Senin, 02 Februari 2015

Malam Mingguan Pertama di Tahun 2015

31 Januari, masih turun hujan berhari-hari genangan air membanjiri kenangan yang terus datang menghampiri.

Udah tahun 2015 nih, kamu belum keliling Kota Magelang? Wah rugi, makanya sempetin keliling Magelang, banyak tempat wisatanya. Ada alun-alun buat nongkrong, buat yang pengen banyak wahananya ada Taman Kyai Langgeng, dan pastinya ada Borobudur coy. Tapi saya tidak akan menceritakan tempat wisata di Magelang. Hehe


Minggu terakhir adalah saatnya berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi atau sekedar duduk-duduk di kafe sambil minum kopi, atau kongkow bareng temen-temen di warung kucingan yang kalau beli nasi harus sama kucingnya. Nasi kucing. Sedangkan saya pergi ke dokter untuk memeriksa luka lecet di mata kaki. Pukul 7 selepas magrib saya berangkat menuju tempat praktek dokter Endang spesialis kulit di Jl. Brigjen Katamso bersama ayah saya. Untuk sampai di tempat praktek membutuhkan waktu 7 hari 7 malam dari Burkina Faso kalau dari rumah saya cuma 15 menit menggunakan mobil, mungkin bisa hanya 1 menit kalau mengenakan jet pack milik Iron Man .

Sampai disana tanpa menunggu antrean saya menunggu dokter yang sedang mendirikan sholat isya' empat rakaat menghadap kiblat. Ya ndakpapa, dahulukan sholat daripada pasien. Beberapa menit kemudian saya turun dari mobil bersama ayah saya, udara malam itu sangat dingin meskipun sudah mengenakan jaket kulit biloe(baca:could it be love) Raisa love you~
...

Nah lalu saya sampai di teras rumah eh lebih tepatnya saya berhenti di depan garasi mobil karena terhalang mobil milik bu dokter. Bu dokter keluar "mana yang sakit?" melihat dan langsung menghampiri saya. Ayah saya membuka perban yang menutupi mata kaki, saya menjelaskan apa keluhan saya. Tanpa mukadimah bu dokter langsung berkata "wah itu infeksi!" kemudian balik kanan maju jalan kembali masuk ke ruangannya, padahal masih ada yang ingin saya omongkan. Ini kayak mau nembak gebetan "eh aku mau ngomong bentar, penting nih" kemudian si cewe berkata "besok aja ya, aku mau pergi sekarang ke Madagaskar". Saya sudah terbiasa dengan sikap dokter yang seperti itu, dari dulu. Mungkin dokter sibuk, mungkin dokter capek, mungkin dokter ... ah dengan segala kemungkinan pokoknya saya sudah terbiasa dengan sikap dokter yang seakan "oh cuma gitu doang". Ya meskipun tidak semua dokter seperti itu. Lalu saya menunggu resep yang telah diberikan, di apotek EMHa milik bu dokter.

Obat sudah diterima dan dijelaskan aturan pakainya oleh apoteker, saya kembali ke dalam mobil. Malam masih panjang, saya diajak berkeliling melihat suasana malam kota Magelang yang sudah lama tidak saya lihat. Dari Jl. Brigjen Katamso turun ke arah Cacaban. Lampu merah menyala di perempatan cacaban mobil berhenti, di depan mobil yang saya tumpangi ada seorang laki-laki mengendarai motor tanpa mengenakan helm hanya memakai kaos dan celana pendek saja. Kurang dari 60 detik lampu hijau menyala tanda boleh melaju, tiba-tiba si pemotor yang tidak mengenakan helm tadi menarik gas sambil mengangkat ban depan motornya. Jumping. Saya tidak tau apa tujuan pemotor tadi cuma iseng, gaya-gayaan, atau pamer sama pengguna jalan lain. Tapi saat itu saya berkata dalam hati rasanya pengen bilang "mas kepalanya lebih keras dari aspal ya, belom pernah koma 7 hari, opname 40 hari?"

Mobil melaju perlahan di Jl. Pahlawan dan baru tau kalau di pertigaan masuk ke SMP 2 sudah ada traffic light. Keren ya? Ya biasa aja kali. Lalu berbelok ke kanan Taman Badakan, ternyata malam hari tempat ini juga dijadikan tempat bermainnya para remaja bukan lagi anak-anak kecil seperti pas siang hari. Waktu saya kecil sering sekali diajak orang tua ke taman ini. Berlarian, naik patung badak, kudanil, liat kecebong di kolamnya, dan beli bakso krikil setelahnya. Saya masih ingat betul. Oh Taman Badakan.

Berbelok ke kanan lagi setelah traffic light, melintas di Jl. Ahmad Yani ke arah alun-alun kota Magelang. Alun-alun agak sepi, mungkin malam itu dingin jadi orang enggan keluar rumah dan lebih memilih selimutan di atas pulau kapuk. Tapi banyak juga kawan-kawan komunitas pemotor yang kopdar, dari SMK Pius para pemotor CBR, bank BCA SUCMA. Diperkirakan jalan di pecinan ramai macet, lagi-lagi belok kanan, alun-alun selatan. Di kiri jalan terdapat komunitas motor YVCI, MBC, MATIC, dll. Kenapa saya menyebut mereka kawan? Sebab dulu saya juga sering kopdar di alun- alun bersama komunitas motor BTC(begarlist touring comunity) Sedangkan di kanan sederet penikmat alun-alun kala malam sedang menikmati kucing dengan nasinya sambil bercengkrama bersama temannya. Membuat saya menghela nafas, dan dalam hati berkata "aku rindu, aku ingin segera kembali seperti dulu kembali bisa melakukan kegiatan seperti biasa" ...

Ke arah barat melalui jalan Mayjen Sutoyo kemudian kali ini belok ke kiri, menuju rumah. Carut marut perasaan dan pikiran mengiringi perjalanan kembali ke rumah. Sungguh aku ingin segera kembali. Malam minggu pertama di tahun ini tanggal tiga puluh satu Januari, semoga aku segera kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar